Sidoarjo, – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke
SMP Negeri 1 Gedangan setelah menerima laporan ambruknya atap ruang kelas di sekolah itu, Selasa (24/2/2026).
Melihat kondisi bangunan yang rusak itu, Bupati Subandi menegaskan
perbaikan harus segera dilakukan demi menjamin keselamatan siswa.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi satu ruang kelas yang atapnya telah jebol, sementara tiga ruang kelas lainnya dalam kondisi lapuk dan rawan ambruk.
Tak hanya masalah atap, lantai ruang kelas juga kerap tergenang banjir saat hujan deras mengguyur.
Melihat kondisi yang memprihatinkan, Pemkab Sidoarjo akan mempercepat
proses perbaikan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT). Hal ini dilakukan
agar pengerjaan tidak perlu menunggu proses penganggaran reguler yang memakan waktu lama.
“Hari ini kita sidak bersama Wakil Ketua DPRD, Dinas Pendidikan, Camat, dan Kades. Melihat kondisi seperti ini, tentu harus segera diperbaiki. Anak-anak butuh sekolah yang aman, dan itu tanggung jawab pemerintah daerah,” tegas Subandi.
Subandi merinci bahwa kerusakan mendesak yang harus ditangani adalah pembangunan kembali atap yang ambruk serta penggantian konstruksi kayu yang sudah keropos dengan material yang lebih kokoh. “Ini urgent, terutama pembangunan atap dan peninggian lantai karena sering banjir. Sekalian kita naikkan lantainya supaya tidak banjir lagi, jadi tidak kerja dua kali,” ucapnya.
Berdasarkan perkiraan awal, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 250 juta per ruang kelas. Namun, angka final masih menunggu kajian teknis, termasuk opsi penggunaan rangka baja ringan agar lebih awet.
Pemerintah menargetkan proses kajian teknis selesai dalam waktu dekat agar pengerjaan bisa langsung tancap gas. Harapannya, setelah libur Lebaran, siswa
sudah bisa kembali belajar dengan tenang.
“Mudah-mudahan setelah Lebaran anak-anak sudah bisa menikmati kelas yang
bagus dan nyaman, tanpa kekhawatiran atap roboh lagi,” pungkasnya. (Arifin/kominfo)